A pause

My way is not God's way. Sometimes it needs a pause to go to the next melody. So here i am right now, felt like i'm in a pause of stepping to this new journey. I might not know everything that will come next, but one thing i know that God will fullfil His purpose in me, Amen.

Psalm 138:8 KJV

The Lord will perfect that which concerneth me: thy mercy, O Lord, endureth for ever: forsake not the works of thine own hands.

MY HILLARIOUS ‘BATAK’ WEDDING

Finally it’s all happening, a big, festive, colorful and merry wedding in Binjai! That was my wedding with Ronny Napitupulu and of course with all his relatives that are now become mine. What a joy ride that was, from early morning until dawn. Beginning from the Hotel, make up, until the Church and lastly the traditional feast that actually I don’t really know the language, but my lovely husband explain to me just enough to know that all the relatives was there to cheer and celebrate and give me blessings. I am touched by those people that received me in to their family that fast, as I was an outsider because I am not a Bataknese, but from their heart I know that they are welcoming me and my family like their own. It was a very touching moment for me and it was one of the wonderful experience I ever had in my life, all though it was quiet tired ing but I really enjoy it and it was a blessing for me and also for my family.
Thank you for all support and prayers, I can not make it without you all that have been supporting this wedding, my family and friends, the Church, the Pastors, my new Sihombing and Napitupulu family, I love you all..may God bless this new journey. Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

(download)

H-4

Img01018-20110713-0856

It's now H-4 just before the wedding, and it's been hectic, I'm telling to myself to keep my head cold as the tension gets higher. But it's at the same time so very excited like I want to throw out all my adrenaline! And I'm very grateful at this moment God has blessed me beyond measure with all Mom, Dad, brother, families, best friends and mostly my future husband that surrounds me with supports, prayers and everything, cab't wait for saturday and meanwhile keep my fingers crossed! Woohoo!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Judas, The Man Who Never Knew

I’ve wondered at times what kind of man this Judas was. What he looked like, how he acted, who his friends were.

I guess I’ve stereotyped him. I’ve always pictured him as a wiry, beady-eyed, sly, wormy fellow, pointed beard and all. I’ve pictured him as estranged from the other apostles.

Friendless. Distant. Undoubtedly he was a traitor and a quisling. Probably the result of a broken home. A juvenile delinquent in his youth.

Yet I wonder if that is so true. We have no evidence (save Judas’s silence) that would suggest that he was isolated. At the Last Supper, when Jesus said that his betrayer sat at the table, we don’t find the apostles immediately turning to Judas as the logical traitor.

No, I think we’ve got Judas pegged wrong. Perhaps he was just the opposite. Instead of sly and wiry, maybe he was robust and jovial. Rather than quiet and introverted, he could have been outgoing and well-meaning. I don’t know.

But for all the things we don’t know about Judas, there is one thing we know for sure: He had no relationship with the Master. He had seen Jesus, but he did not know him. He had heard Jesus, but he did not understand him. He had a religion but no relationship.

As Satan worked his way around the table in the upper room, he needed a special kind of man to betray our Lord. He needed a man who had seen Jesus but who did not know him. He needed a man who knew the actions of Jesus but had missed out on the mission of Jesus. Judas was this man. He knew the empire but had never known the Man.

Judas bore the cloak of religion, but he never knew the heart of Christ.

We learn this timeless lesson from the betrayer. Satan’s best tools of destruction are not from outside the church; they are within the church. A church will never die from the immorality in Hollywood or the corruption in Washington. But it will die from corrosion within—from those who bear the name of Jesus but have never met him and from those who have religion but no relationship.

Judas bore the cloak of religion, but he never knew the heart of Christ. Let’s make it our goal to know … deeply.

From Shaped by God (original title: On the Anvil)Copyright (Tyndale House, 1985, 2002) Max Lucado


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Finding peace in time of worries

Semua orang pasti pernah merasa khawatir akan sesuatu hal.  Deadline yang bikin kelabakan, tagihan-tagihan yang belum diselesaikan, pekerjaan yang belum kunjung datang, pacar yang menyebalkan, gebetan yang belum kesampaian :p or in my case, a coming marriage, embracing new life.  Dan kadang, tanpa kita sadari, terlalu sering kita memikirkan semua hal yang mencemaskan kita, dan mengumpulkannya menjadi satu tumpukan di dalam otak kecil kita itu. Anxiety atau kecemasan berlebihan disebabkan karena kekhawatiran akan hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang menyebabkan kita memikirkan terlalu keras tentang hal - hal tersebut tanpa satu sebab yang jelas, dan mengambil alih semua pemikiran di otak kita sehingga menyebabkan gangguan dalam kegiatan sehari-hari kita.  Dan racun dari kekhawatiran itu bisa menyebabkan kelelahan, sakit kepala, otot-otot yang tegang, sampai pada kasus berat penyakit lainnya.  

But, the question is, bisakah kita benar-benar menghindari kecemasan itu? Sedangkan hal-hal yang menjadi masalah di dalam kehidupan kita semakin menjepit kita.  Menurut saya tidak ada salahnya jika kita berpikir dengan otak kita untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan kita.  I mean, God really create our brains for our own benefit, ya kan? Manusia memang diciptakan dengan otak untuk bisa berpikir sendiri dalam memecahkan masalah.  But, sometimes and many times, banyak hal dalam kehidupan kita yang memang kita tidak bisa mencari jalan keluarnya sendiri dan hal-hal tersebut mengambil semua perhatian kita untuk memaksa kita memecahkannya, sampai-sampai kepala mau pecah rasanya :p 

Dan banyak kali saya belajar menemukan bahwa ada masa-masa di dalam kehidupan saya yang membuat saya akhirnya berkata, sepertinya memang masalah itu tidak mau dicari jalan keluarnya, it is absolutely out of my mind.  Karena seberapapun saya berusaha untuk mengatasi masalah itu, ternyata masalahnya semakin besar.  Dan pada saat itu saya merasa harus menyerahkannya kepada seseorang or something.  Nah, makanya orang yang merasa sudah hopeless sama masalahnya tends to beralih ke hal-hal lain yang membuatnya bahagia dan membagi-bagikannya ke orang lain dengan curhat, meskipun itu curhat colongan :p.  

Namun, bahagia yang seperti apakah itu? Apakah kebahagiaan itu hanya sesaat dan ujung-ujungnya kita malah rugi sendiri? Bisakah kita menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati di tengah semua problem kehidupan? jawabannya, ya.

Saya menemukan satu fakta dari ilmu kedokteran, bahwa di dalam otak terdapat zat kimia yang otomatis keluar sewaktu kita berdoa, yaitu: endhorphin, yang berfungsi menenangkan otak dan ia berasal dari dalam tubuh.  It's amazing to think that God really puts the medicine inside our body! Mengagumkan bahwa Tuhan menaruh obat itu di dalam tubuh kita sendiri.  Dan cara yang tepat dan tidak mengeluarkan biaya untuk mengaktifkan ketenangan itu adalah dengan berdoa.  Saya rasa semua orang bisa berdoa, namun kadang kita tidak menyadari betapa berfungsinya doa itu dalam kehidupan kita.  But it really works. And it didn't have to take hours and special place to just pray.  Berdoalah dengan bebas, berdoalah saat komputer anda mulai nge-hang, saat bos anda mengomeli anda karena kesalahan-kesalahan yang ngga penting, saat keadaan jadi genting, saat luka lama kembali memekar, saat pacar minta putus.  Berdoalah tanpa batas, karena komunikasi dengan Tuhan memang tidak dibatasi, Dia ada di mana pun anda berada.  Temukan the God spot in your time of trouble, temukan Tuhan di keadaan yang paling tidak memungkinkan dalam hidupmu dan temukan ketenangan yang membawa damai itu, akhirnya menjadi suatu mata air, yang memberi kehidupan kembali.  

Sekalipun kita belum bisa mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan dan kekhawatiran dalam kehidupan kita,  tapi kita bisa menulisnya dalam doa-doa kita, dan Tuhan akan merobek kertas itu, dan berkata bahwa, "Aku yang akan menyelesaikannya untukmu." 

 

 

ngatur duit euy

Mengatur keuangan memang gampang-gampang susah, apalagi untuk wanita muda dan single, hehe

Masalahnya kadang kalau pergi ke supermarket atau toko kelontong kaya alfamart/indomart aja, dari yang cuma mau beli tissue, eh jadinya malah beli cemilan, soft drink, sabun, dll, padahal di rumah juga masih ada (pengalaman pribadi :p). Jadinya cash flow atau anggaran pribadi melebar kemana-mana, padahal cukup penting untuk dijaga.  

Saya memang sudah terbiasa membuat anggaran pribadi bulanan di buku catatan pribadi, tapi sepertinya masih kurang rapi dan berceceran di mana-mana, dan juga kwitansi-kwitansi malah jadi numpuk di dompet.  So, pagi ini kebetulan "nemu" website (ngaturduit.com) yang menyediakan jasa untuk mengatur anggaran dan menjaga cash flow pribadi, dengan catatan detil tentang transaksi yang kita lakukan per hari, bulan bahkan tahunan.  Sehingga nantinya kita bisa melihat rekapitulasi bulanan dan track dengan cepat dan praktis akan pengeluaran pribadi atau pun keluarga, it's very useful i think.  

Mungkin ada sih website lainnya tentang pengaturan keuangan pribadi, tapi yang saya temukan ini sepertinya gampang untuk dicoba, tinggal daftar dengan email dan username, lalu diaktifkan melalui email, mudah kan? Yuk, atur keuangan dengan praktis :) 

 

 

Baso Tahu Cimahi

Sore-sore gini enaknya nyemil baso tahu. Makanan khas Bandung ini memang biasa dijual sore2 di komplek2 rumah, tapi ada satu yang menurut aku dan keluarga paling enak. Sebenarnya sedikit jauh dari di dekat rumahku, yaitu di jalan Raya Cimahi pas di sebelah Bank Mega Cimahi, nongkrong lah gerobak baso tahu yang tanpa nama itu tapi enak banget, harganya juga murah, cuma Rp. 2,000 aja. Sayurannya juga sehat dan lengkap ada kentang, pare dan kol, tapi kalau sore biasa sudah habis. Baso Tahu Cimahi ini jadi makanan favorit juga kalau ada acara keluarga. So, kalau pas lagi di Bandung atau lewat Cimahi, boleh juga mencobanya :)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

The Preparation & Engagement : Ronny & Maya

Sudah lama ingin posting tentang persiapan dan acara pertunanganku yang telah berlangsung tanggal 4 Mei 2011 kemarin, tapi baru sekarang akhirnya bisa mengumpulkan data-data dan menyusun semua list yang memang aku siapkan sendiri.  Puji Tuhan aku bersyukur sekali karena acara pertunangan kemarin sudah berjalan lancar, ini adalah berkat campur tangan banyak pihak yang mendukung baik secara moral dan materi, semua kasih karunia Tuhan. 

Jujur, aku belum pernah kepikiran kalau akan ada dua pesta yang mengiringi pernikahanku.  Tapi memang Tuhan sudah member tanda tentang hal ini, kejadiannya ketika aku, Papa dan Mama ke Medan awal tahun 2010 kemarin  untuk pelayanan.  Ketika kami dan rombongan Gereja pergi ke Samosir/Danau Toba untuk rekreasi di hari terakhir, kami diperlihatkan pemandangan dua pelangi yang indah, seperti dilukis di atas perairan Danau Toba.  Sungguh saat itu banyak di antara kami para rombongan yang tertegun dan hanya bisa menangis terkagum-kagum melihat keindahan pelangi yang kami percayai sebagai janji Tuhan atas umat-Nya.  Di saat itu Mama yang sedang duduk di samping saya tiba-tiba mengatakan “Wah, nanti kita pesta dua kali, Mama berdoa untuk hal ini, Amin!”.  Memang saat itu kami sedang merencanakan untuk pesta pernikahanku dengan Bang Ronny, dan saat itu imanku mulai timbul dan percaya akan janji Tuhan untuk tidak pernah membiarkan anak-Nya, janji Tuhan selalu ya dan amin untuk kita. 

Awalnya memang kami, dua keluarga berencana mengadakan pemberkatan pernikahan di Medan, di Gereja HKBP Stabat, tempat Papanya Abang menjadi tetua di sana.  Sedangkan nanti setelahnya, kami berpikir untuk mengadakan pesta syukuran kecil-kecilan saja begitu di Bandung untuk teman-teman Gereja tempat Papa, Mama dan aku juga bekerja di sana.  Kita tidak berpikir akan mengadakan pesta yang besar, karena kita juga bukan orang yang kaya gimana begitu, ya sederhana saja.  Dan karena memang pesta di Medan semua juga Bang Ronny yang tanggung, hasil kerjanya selama ini.  Tapi ternyata memang jalan Tuhan itu lain dari pemikiran kita, karena beberapa bulan setelah dari Medan itu, Pak Gembala kami di Gereja mengusulkan untuk diadakan pertunangan dulu di sini, baru di Medan pemberkatan dan pesta resepsinya.  Dan pertunangan itu juga di awalnya direncanakan akan dibuat di Gereja kita di Bandung.  Kami sekeluarga masih berpikiran bahwa kalau di Gereja mungkin tidak akan terlalu ribet, karena dekorasi dan gedung sudah ada, tetapi akhirnya semua berpindah menjadi di gedung, karena satu dan lain hal pemikiran bahwa tamu-tamu akan banyak dan tidak memadai untuk di Gereja.  Saat itu aku sudah maulai cenat-cenut rasanya, hehe, karena data-data tamu juga mulai semakin banyak, sedangkan budget untuk pesta di gedung belum terpikirkan bagi kami, sementara waktu sudah semakin dekat, sekitar akhir tahun 2010. 

Tapi yang penting bagiku adalah mencatat dan mendata, jadi kukumpulkan semua data-data keperluan beserta harganya (walaupun belum ada uangnya :p) dari jauh-jauh hari. Mulai dari 8-9 bulan sebelumnya.  Aku banyak search dan browsing di internet, seperti weddingku.com, Martha Stewart wedding DIY, dll, di situs-situs itu banyak tools dan check list untuk persiapan pernikahan sampai ke detil-detilnya.  Aku juga membeli buku-buku tentang persiapan pernikahan sendiri.  Memang dari awal aku ingin acara pertunangan dan pernikahan ini kususun sendiri dan menyiapkan sendiri tanpa EO, karena pikirku untuk menghemat biaya dan juga ada kenangan dan kesenangan (serta keruwetan juga akhirnya :p) tersendiri  yang bisa aku nikmati.  Tapi tetap aku juga menyusun panitia untuk membantu di di hari H nya saja, seperti MC, music, acara, koordinator pelaksana, dan juga vendor-vendor lainnya.  Berikut ini ada list yang mungkin bisa membantu.

Tema : Pesta Kebun

Tempat Acara (plus catering): Maxi’s Resto, Jl. Gunung Agung No. 8 Ciumbuleuit , Bandung , Tel : 022 2032666. Fax : 022 2031438, email; maxisresto@ymail.com , atau bisa lihat-lihat di fb nya mereka juga (Thanks buat Pak Iyan dan Pak Adam untuk kerjasama yang  sangat baik, dan komunikasinya lancar, baik melalui email atau telpon).

Dekorasi: Trinity Decoration, bisa kontak lewat facebook nya. (Thanks Ko Anton luar biasa, I like ittt, pinky and romantic J

Undangan: Flamingo, untuk Ko Yoyong ini khususnya terima kasih banget, soalnya beliau sebenarnya tidak terima cetak undangan lagi, tapi aku suka kerjasama dan hasil kerjaan kantor yang selama ini bagus, jadinya khusus dibuat untuk acara pertunangan ini, undangan juga aku disain sendiri, romantic chic sih ide nya J

Musik, MC dan WL: Siapa lagi kalau bukan tim musik GBI Sukawarna dong..thank u banget Ka Edo, Pak Joko (yg ngga nyangka-nyangka loh jadinya Bapak yang main, I am honoured) , Noldy yg udah arrange music dan latihan, Milka yang suaranya indah n powerful ;) , Shanny yg sudah lumayan ribet ya nyanyi pakai kebaya Shan? Thank uuu.. hihi. Putri for beautiful violin play..pengennya kamu solo gitu Put.. J and Jeannnn…your voice is just clear and beautiful, ga nyangka2 ya bisa kmu yg nyanyi akhirnya.. selain hfgm, hikss J , dan juga Ko Frans, Ko Herman, dll yang nyiapin semua perlengkapan, and last but not least Retno..my sister..thank u buat nari nya, bagus bangett hasilnya No..jadinya profetik kan..hehe

Kebaya: Ibu Ginting, Jl. Sarimanis (ini tempat dan jahitnya ok dan lengkap lho, pokoknya recommend bgt, harga bersaing deh), Jas abang jahit dan kain di Pasar Baru New Mumbai.

Make up: Ellen Salon Jl. Mahmud, yg udh berhasil nutup jerawat-jerawat nakal di hari H, padahal seminggu sebelumnya mah belum ada tuh, maklum stress meningkat :p (disini make up pre wedding dan tunangannya, simple dan pas aja buat aku, puji Tuhan ini gift juga)

Pre Wedding : Irwan Photography (special thanks ya buat Ka Irwan dan Ka Zizi, beautiful gift, tepat pada waktunya)

Photographer (Acara): Juju  Photography & Andre, thanks a lot guys J

Souvenir: Gracia Souvenir, Bogor. (million thanks buat Tante ku tercinta..)

Dan puji Tuhan untuk para sahabat yang membantu, baik dari keluarga besar Laluyan, Napitupulu, Proskuneo dan para ladies GBI Sukawarna yang sudah rela di-kebaya kan (haha ) dan direpotin mulai dari persiapan untuk acara di hari H, serta semua keluarga besar fulltimer GBI Sukawarna yang mendukung, serta keluarga Bpk. David, Gembala kami, WBI GBI sukawarna, dan semua yang lain yang tidak bisa disebut satu per satu.

Dan tentunya last but not least, Dina, Anna, Grace and Golda my dear sisters, akhirnya cuma Golda yang bisa datang ya..i really appreciate it..tapi kerasa all your presence kok sisters…yg penting doa nya  yaa..big hugs and thank u buat Tante, Jeffry, Jerry , Lita ya..Zee and Icha juga.., buat Karol, Tante Nilam love uuu alll!

..and HFGM, sungguh wajah-wajah kalian yang terlebih aku ingin peluk satu per satu..dan kegilaan yang kutunggu-tunggu belum memuncak yaa..yuukk dilanjut kapan lagi dongg..haha thank u guysss!

Untuk di Medan, aku sendiri tidak tahu detil pastinya, tapi puji Tuhan sudah dipersiapkan oleh keluarga abang juga di Medan, doakan saja supaya semua berjalan dengan lancara ya J Gbu..!

PS: last but not least lagi..thank u Zabrina n Zafride for coming dan membawa pigura yg besar..haha..thanks NBC Bdg for the nice picture! Aku bakal bawa ke Medan lhooo…ayo ikut..hehehe  *pelukdanciumbuatsemua*

8526_127902195949_127374665949_2951413_877919_n
223302_10150248637061490_525606489_9424870_6933422_n
220915_10150171626678218_781583217_6809863_3909304_o
Congratz20to20maya
220915_10150171626688218_781583217_6809865_5367454_o
Foto_nbc_bandung